Selasa, 29 Desember 2015

Area Jalanan Yang Berbahaya (2-Habis)

Selain karena faktor sesama pengendara (perilaku sopir yang membawa kendaraan) dan bencana alam yang kerap terjadi di suatu wilayah jalan raya, faktor yang lain pun perlu diwaspadai. Faktor ini adalah keramaian, sesuatu atau makhluk disekitar atau di luar pengguna jalan.

Proyek pengaspalan jalan di Bratan, Bali. Image: commons.wikimedia.org/CEphoto, Uwe Aranas

Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya mengamati kebutuhan masyarakat yang suka memelihara hewan demi menghibur diri di sela-sela rutinitas. Hewan ini ada yang dikurung, ada yang dibiarkan berkeliling mencari makan sendiri. Secara tak sengaja di sebuah forum, Sewa Mobil Avanza di Surabaya mendapati seseorang menjadi lumayan jengkel karena piaraan tersebut melintas jalan kala dia berkendara. Piaraan tersebut adalah ayam dan kucing. Saat ada kendaraan bermotor yang lewat, tidak disangka sebelumnya piaraan tersebut tidak menghindar malah seperti berlari mengikuti kendaraan, bahkan mendekat dan melintas di depan. Hal ini mungkin terkait refleks hewan tersebut; tapi secara keseluruhan hal ini mengganggu konsentrasi pengemudi pula.

Dan ada juga yang tak hanya sekedar memelihara, tapi beternak yang digunakan oleh penduduk sebagai aset dan mata pencarian. Peternak ini ada yang menggembala ternaknya; tetapi ada juga yang terkesan membiarkan hingga ternaknya kemudian melintas jalan. Misalnya, seperti berita yang menjadi referensi Rental Mobil Livina di Surabaya berikut ini: http://sulteng.antaranews.com/berita/22131/kambuh-lagi-sapi-melintas-di-jalan-raya-kota-palu. Padahal, inilah hukumnya bila kita menabrak hewan dan menderita kerugian karenanya: http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt5018e79b5f626/pertanggungjawaban-hukum-jika-menabrak-hewan-di-jalan-raya. Hewan yang tak tahu apa-apa ini tidak mungkin untuk dimintai pertanggung-jawaban, jadi bila ada komplain dan kerugian lebih lanjut bisa dialamatkan kepada pemiliknya. Karena tidak mungkin seekor hewan produktif dan biasa dikonsumsi seperti sapi pada berita di atas tidak mempunyai pemilik. Sayangnya, di Indonesia sendiri pemasangan rambu peringatan berisi hewan yang sering melintas agak kurang lazim terlihat.

Tanda banyak hewan melintas (Jepang). image: commons.wikimedia.org/Navian
Sewa Mobil Innova di Surabaya kerap menemui adanya halangan yang melintas jalan seperti hewan pada paparan di atas. Jika hewan tersebut liar seperti ular atau tikus yang biasanya menyusuri kampung, maka meski terlindas dan membuat orang bergidik ngeri karena mendapat 'tontonan kejam' tiba-tiba, tak perlu ada pertanggungjawaban yang berarti kecuali jika hal ini membuyarkan konsentrasi berkendara dan mengakibatkan hal yang lebih besar dari itu.

Berkaitan dengan buyarnya konsentrasi karena melintasnya sesuatu di jalan, Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya melihat bahaya lain yang dapat menimpa anak-anak saat mereka beraktivitas. Hal ini sudah pasti karena minimnya pengawasan orangtua atau wali anak tersebut. Berbahaya karena menyangkut nyawa. Seperti terekam pada berita berikut: http://www.otosia.com/berita/sedikit-saja-lengah-anak-bisa-jadi-korban.html.
Memang anak tersebut akhirnya selamat, tapi keberuntungan seringkali tidak berpihak pada makhluk yang tertabrak. Dan banyak orang tua merasa tak menelantarkan anaknya dan tidak sanggup untuk mengawasi si anak sepanjang hari dan adanya hal lain yang perlu dikerjakan.

Kelalaian dan kecerobohan semacam itu tak hanya melanda anak-anak saja; seringkali mereka yang telah dewasa pun demikian. Seperti yang dijadikan referensi Rental Mobil Pregio di Surabaya pada video berikut: http://www.otosia.com/berita/waspada-nyawa-bisa-terancam-karena-memungut-barang-di-tengah-jalan.html. Ini dia videonya:



Akhirnya, kita mesti harus waspada akan adanya rambu berisi keterangan tentang pemukiman yang banyak anak agar terhindar dari kemungkinan akan pembayaran ganti rugi. Semoga artikel Sewa Mobil Elf di Surabaya bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar Anda.